Follow-up Queue

PMB Attention

Memusatkan calon PMB yang perlu follow-up, eskalasi, verifikasi, atau handoff agar conversion tidak bocor di tahap akhir.

Dekan | Scope Fakultas
Role Summary

Faculty Pulse

Strategic KPI, executive brief, dan cross-program attention.

Perspective Strategic KPI dan cross-program exception
Interaction Rule Fokus pada isu lintas prodi yang persistent dan high impact.
Attention Design

Halaman ini untuk dekan

Role visibility Halaman ini harus menyesuaikan role, scope, dan permission.
Sensitivity Detail sensitif hanya muncul untuk role yang memang berwenang.
Actionability Setiap blok perlu jelas apakah informatif, operasional, atau teknis.
Priority Queue 47 calon

Calon paling bernilai untuk dijaga conversion-nya hari ini. Disusun untuk level strategic dan cross-program.

Need Escalation 12 kasus

Perlu keputusan atau koordinasi lintas unit. Disusun untuk level strategic dan cross-program.

Stuck After Payment 31 calon

Sudah settle tetapi belum bergerak ke tahap berikutnya. Disusun untuk level strategic dan cross-program.

PMB Attention

PMB Attention menyatukan semua calon yang paling layak diprioritaskan agar pimpinan dapat melihat dengan cepat mana yang perlu intervensi langsung, mana yang cukup didelegasikan, dan mana yang sebenarnya tertahan karena issue proses internal.

Priority queue 47 calon
Need escalation 12 kasus
Paid but stuck 31 calon
Verification queue 9 transaksi
Owner clarity Cukup
Attention pace Perlu dorongan

Queue Summary

Ringkasan queue prioritas yang perlu ditangani
Pending payment > 7 hari 47 calon

Prioritas paling langsung untuk mencegah drop-off finansial.

Sudah bayar belum lanjut 31 calon

Perlu dibaca sebagai issue handoff dan verifikasi proses.

Need escalation 12 kasus

Memerlukan keputusan lintas tim atau level pimpinan.

Need verification 9 transaksi

Status invoice atau payment belum cukup jelas untuk ditutup.

Attention Segments

Kelompok calon yang perlu dibaca berbeda
Hot leads financial 18 calon

Calon yang dekat settle dan paling bernilai bila segera ditindak.

Overdue risk 21 calon

Kelompok yang paling berisiko hilang dari funnel PMB.

Handoff stuck 31 calon

Sudah bayar, tetapi masih tertahan sesudah settlement.

Program pressure 2 prodi

Perlu sinkronisasi agar follow-up PMB tetap sejalan dengan readiness intake.

Priority Cases

Kasus PMB yang paling layak ditutup lebih dulu
Outstanding tinggi + overdue 14 calon

Tim PMB | Prioritas 1

Paid but no next step 31 calon

PMB x Akademik | Prioritas 1

Verification mismatch 9 transaksi

Admin data | Prioritas 2

Low conversion by program 2 prodi

Prodi + PMB | Prioritas 2

Owner Map

Siapa yang seharusnya menindak queue PMB
Tim PMB 23 calon

Follow-up komunikasi, reminder, dan closing calon.

Akademik 31 calon

Menangani handoff setelah payment menuju tahap registrasi lanjut.

Admin Data 9 transaksi

Verifikasi relasi invoice, payment, dan status yang belum sinkron.

Pimpinan/Koordinasi 12 kasus

Perlu keputusan lintas unit atau dukungan prioritas khusus.

Attention Focus

3 perhatian utama
Calon yang sudah bayar tetapi belum lanjut harus diperlakukan paling prioritas

Ini bukan lagi sekadar calon potensial, melainkan calon yang sudah menunjukkan komitmen kuat.

Perlu keputusan
Owner beberapa queue masih perlu dipertegas

Agar tidak ada item yang berputar di antara PMB, akademik, dan admin data tanpa closure.

Perlu tindakan
Queue verifikasi harus tetap dipisahkan dari queue bisnis

Supaya pimpinan tidak menerima sinyal conversion yang bias oleh masalah teknis kecil.

Monitoring

Recommended Actions

Tindak lanjut role aktif
Tutup queue paid but no next step

Ini calon yang paling tidak boleh hilang karena sebenarnya sudah commit.

Prioritaskan overdue dengan nominal tinggi

Mulai dari yang paling berisiko keluar permanen dari funnel.

Pisahkan queue bisnis dan queue verifikasi data

Agar owner tidak salah menindak item yang sebenarnya bukan domainnya.